Erti Pengorbanan

Erti Pengorbanan

Aidiladha yang bakal menjelma mampu membawa kita mengenang kembali pengorbanan besar yang telah dilakukan oleh nabi Allah Ibrahim semata-mata untuk menurut perintah ilahi. perintah melakukan pengorbanan iaitu penyembelihan terhadap puteranya kesayangannya, nabi Ismail dilaksanakan tanpa sebarang keraguan. Dan akhirnya pengorbanan baginda diterima bahkan dihadiahkan dengan ganjaran yang berganda lebih baik dari apa yang telah dilakukan. Sepertimana kisah baginda yang dilakarkan dalam al-quran:

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَابُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَفَانْظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَاأَبَتِ افْعَلْمَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ
Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. (QS: 37: 102).

Sesungguhnya pengorbanan adalah satu perkara yang memerlukan manusia bermujahadah untuk melakukannya terutama apabila pengorbanan yang menuntut kita berkorban dari segi harta, tenaga, usaha dan jiwa. Gerak kerja itu memerlukan langkah yang terhala dan tersusun bersama semangat yang tidak pernah luntur. Berat susunan langkah, namun habuannya syurga Allah yang hakiki. Bergembiralah dengan janji Ilahi:

إن اللَّهَ اشْتَرَى مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ وَالْقُرْءَانِ وَمَنْ أَوْفَى بِعَهْدِهِ مِنَ اللَّهِ فَاسْتَبْشِرُوا بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُمْ بِهِ وَذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar. At Taubah ayat 111.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar!

Para nabi dan sahabat-sahabatnya telah menggariskan jalan kemenangan bagi kita. Harga yang harus dibayar untuk itu adalah sebuah pengorbanan. Dan kita, kaum muslimin, yang kini terpuruk dalam semua bidang kehidupan, kalah dalam semua medan tempur, harus rela dan bersedia untuk sentiasa mengkoreksi diri Sepertimana susunan kalam Imam Malik mengatakan;

“Generasi terakhir umat,
tidak akan menjadi baik,
kecuali hanya dengan apa
yang telah menjadikan generasi pertama menjadi baik.”

Seorang sastrawan Muslim, Musthafa Shadiq AI-Rafi’i mengatakan;

“Sesungguhnya kemenangan dalam pertarungan hidup tidaklah diperoleh dengan harta, kekayaan dan, kesenangan; tapi dengan perjuangan keras, ketegaran dan kesabaran. Kemajuan manusia tidaklah diperjualbelikan atau diberikan secara gratis; tapi sesuatu yang kita cabut dengan paksa dari peristiwa-peristiwa kehidupan dengan kekuatan kriteria yang dapat mengalahkan krisis dan tidak dimatikan oleh krisi.lnilah jalan kembali itu; saat dimana cita-cita menuju ketinggian menguasai segenap pikiran dan jiwamu; saat dimana engkau melepaskan ikatan jiwamu dengan dunia dan engkau mulai terbang ke angkasa yang luas; saat dimana engkau menemukan sang iman telah memberimu gelora kekuatan jiwa yang dahsyat; maka engkau mulai bergerak bersama agama ini dan untuk agama ini; maka engkau duduk termenung Iama untuk melahirkan gagasan besar demi agama ini; maka engkau marah dan sedih dan benci dan gembira hanya karena dan untuk agama ini; maka tak ada satu detik pun dari waktumu yang berlalu begitu saja tanpa engkau gunakan untuk agama ini; maka semua harta yang engkau peroleh dan bekerja dan berdagang atau Iainnya tak engkau gunakan kecuali hanya untuk agama ini; maka engkau terus bekerja, memberi dan memeras seluruh tenaga fisikmu untuk agama ini.Itulah manusia-manusia yang dibutuhkan Islam saat ini. Manusia-manusia yang memiliki semua syarat untuk menciptakan peristiwa dan mengukir sejarahnya dengan tangannya sendiri; visi keislaman yang dapat menyinari kehidupan, tekad yang selalu dapat mengalahkan semua krisis, akhlak yang selalu dapat mengalahkan godaan. Dan manusia-manusia besar selalu hadir di tengah krisis, dan setiap krisis besar dalam sejarah sebuah masyarakat atau bangsa, pada mulanya selalu diselesaikan oleh sentuhan tangan dingin manusia-manusia besar itu. Dan begitulah pengorbanan menjadi bibit kebesaran manusia-manusia Muslim.

Maka,
Ayuh para pejuang!!! kita sama mengorak langkah sambil mengintai dan menggilap matlamat demi mencapai tujuan yang satu. pengorbanan antara kunci berlakunya perubahan dalam diri.

Bersempena aiduladha yang bakal menjelma, sama-samalah kita menghadiahkan seberapa banyak pengorbanan yang kita mampu dari segala sudut khususnya pengorbanan jiwa kerana, apabila lahirnya kekuatan jiwa, maka pengorbanan yang lebih besar mampu kita realisasikan.

Oleh : Mahasiswi Tahun 4 Iqtisod